ANGKA BUTA HURUF 15-44



Dewasa ini pendidikan diartikan sebagai proses belajar seumur hidup dalam situasi informal, nonformal, dan formal. Belajar tidak hanya berlangsung semata-mata di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas/ sekolah, di rumah, di masyarakat, di organisasi-organisasi, di tempat-tempat ibadah, di tempat-tempat bekerja, di taman-taman bacaan, dan sebagainya. Para pelajarnya bukan hanya anak-anak tetapi orang dewasa dalam masyarakat.Pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan bagi siapa saja yang menyandang buta aksara, baik anak-anak maupun orang tua atau lansia sekalipun. Hal ini mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat
Berdasarkan grafik diatas  pada Tahun 2016 menunjukkan bawah provinsi dengan proporsi penduduk yang buta huruf  dari umur 15-44 tahun,  tertinggi terdapat di provinsi Papua yang berjumlah 28.47 penduduk Sedangkan yang terendah  terdapat di provinsi D.K.I. Jakarta yang  berjumlah 0.06 penduduk.