Angka Partisipasi Murni (APM) SM/SMK/MA/ PAKET C




          APM menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya. Jika APM = 100, berarti seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu.Jika demikian maka sesungguhnya keberhasilan pelayanan pendidikan di suatu wilayah/negara dilihat dari indikator Angka Partisipasi Murni (APM).
Seperti APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Tetapi, jika dibandingkan APK, APM merupakan indikator daya serap yang lebih baik karena APM melihat partisipasi penduduk kelompok usia standar di jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar tersebut.APM di suatu jenjang pendidikan didapat dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang  sekolah tersebut.
       Berdasarkan grafik diatas  pada Tahun 2016 menunjukkan bawah  provinsi dengan proporsi APM  yang terdiri dari SM/SMK/MAPaket C,  tertinggi terdapat di provinsi Bali yang berjumlah 71.53APM dari SM/SMK/MAPaket C. Sedangkan yang terendah  terdapat di provinsi Papua  yang  berjumlah 43.22 APM dari SM/SMK/MAPaket C.